antara aku, kamu, dia, kita dan mereka

kemarin sore ada sedikit pemahaman hidup yang baru aku sadari
tak sengaja aq melihat orang cantik, putih, seksi di depan salon Brown
mengapa dia bisa cantik ? (pertanyaan jujur dalam hatiku)
karena pada saat itu aq membandingkanya dengan yang ada di sekitar
hanya ada beberapa wanita dan laki-laki
wanita sebagai pembanding pun tidak berkulit putih
kenapa orang barat ’senang’ dengan orang asia?
alasan mereka karena masalah kulitnya lebih hitam
contohnya di Bali banyak maaf, gigolo yg berkulit lebih hitam
jadi kesimpulannya?
sesuatu tidak akan ‘istimewa’ jika pembandingnya berjumlah banyak
jika pada saat itu ada banyak wanita cantik di depan salon brown
maka wanita yang saya sebut cantik diatas, maka akan terlihat biasa saja
begitupun apa yang telah saya alami
ketika di saat saya mengalami masalah
saya merasa banyak kekurangan yang harus terus saya benahi
tapi pada saat itu juga saya menyadari bahwa saya punya banyak kelebihan
selain itu juga di saat saya merasa bahwa saya mempunyai banyak kelebihan
di saat itu juga saya merasa bahwa masih banyak yang harus dipahami dan dimengerti
hidup memang seperti grafik, yang naik turun datar melambat dan lebih cepat
demikian juga dengan kekasih
ketika kita berdua aku merasa dia begitu ‘istimewa’ bagiku
dan saat aku dan kamu dan dia terasa kamu sama dengan yang lain
tidak ada yang ‘istimewa’ dalam dirinya
ternyata banyak hal yang sama dengan dia
bukankah itu juga sifat manusia?
selalu membandingkan dan tidak puas apa yang telah didapatkan
di saat aku di kediri kita terasa begitu biasa
karena kita sering bertemu dan bercanda tawa
dan terasa biasa
ketika aku di surabaya aku merasa begitu sendiri
karena kita tidak berkumpul, bercanda tawa, berkeluh kesah
ketika aku dengan mereka, mereka nampak seperti biasa saja
tidak ada yang ‘istimewa’ dengan mereka
ketika disaat aku butuh pengakuan, pujian, cacian, sandaran, canda, sedih, ramai dan sepi
aku menyadari bahwa aku, kamu, dia, kita dan mereka berarti dalam hidupku
tanpa semuanya aku tidak bisa hidup
tanpa kamu aku tidak bisa menyempurnakan hidup
tanpa dia aku tidak bisa menambah pengalaman hidup
tanpa kita aku tidak bisa saling berbagi dan berkreasi
tanpa mereka aku tidak bisa untuk lebih diakui

syukur kepada-Nya lah yang saat ini bisa kuperbuat
aku percaya bahwa apa yang kutanam baik
akan berbuah kebaikan pula di kehidupanku esok
dan aku mencoba untuk meminimalkan kesalahan, buat sakit hati kamu, dia, kita dan mereka

aku memang ‘istimewa’
kamu memang ‘istimewa’
dia memang ‘istimewa’
kita memang ‘istimewa’
mereka memang ‘istimewa’
dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing
dengan segala jalan hidup masing-masing
dengan segala penyelesaian hidup masing-masing
karena Tuhan menciptakan semuanya dengan berbeda

aku dan kamu sekarang masih belum bertemu
aku berharap kamu (my soulmate) memang ‘istimewa’
yang dapat menyempurnakan hidup, aku, kamu, kita, dia, dan mereka

Leave a Reply